Forex Merah Putih Untuk INDONESIA

Forex bukan lagi memprediksi tetapi Ilmu Pasti dengan Oscilator Stochastic

Ini adalah salah teknik yang dipakai oleh mr. einstein!!! Seorang guru yang berupaya membuat forex menjadi sebuah ilmu pasti atau paling tidak mendekati sebuah ilmu pasti.



Berikut cuplikan dari sistem ini

Forex bukan lagi memprediksi tetapi Ilmu Pasti dengan Oscilator Stochastic

Apapun trend nya, yang saya lakukan cukup menghitung skala stochastic di periode M15, M30, dan H1 untuk menentukan order buy or sell dan M5 untuk open posisi. Dengan stochastic kita bisa tahu berapa pip untuk sell dan buy sehingga terasa ilmu pasti bukan meramal lagi... 
Apapun trend nya, yang saya lakukan cukup menghitung skala stochastic di periode M15, M30, dan H1 untuk menentukan order buy or sell dan M5 untuk open posisi. Dengan stochastic kita bisa tahu berapa pip untuk sell dan buy sehingga terasa ilmu pasti bukan meramal lagi... 
Dahsyatnya indikator ini sudah saya lakukan beberapa bulan ini dan hasilnya luar biasa... Dengan tidak melupakan manajemen keuangan saya bisa lakukan 50 pip tiap harinya dengan penambahan quantity/lot tiap hari dari deposit $20 menjadi $270 diakhir bulan 



Kalau harus dijabarkan teknik ini akan sangat membutuhkan banyak halaman. Jadi ini saya berikan link ebook yang saya susun tentang sistem ini


dan



Semoga bermanfaat

Selamat Tahun Baru 2012 (Kilas Balik 2011)

Kita sekarang telah berada di penghujung tahun 2011, tahun dimana dapat menjadi tahun yang suram bagi perekomian dunia. Betapa tidak ditahun shio kelinci ini Pasar di cemaskan oleh kondisi pasar yang tak menentun. Krisis dan Resesi melanda Negera Negara yang menjadi pusat keuangan Dunia. Bursa keuangan dunia disuguhi oleh demonstrasi besar besaran dari orang orang yang merasa dirugikan. Mereka menyuarakan aksi Anti Kapitalis dan penutupan Bursa keuangan , berawal Ameika, Eropa Inggris dan menuju daratan Asia.






Pertemuan pertemuan pemimpin dunia berulang kali dilakukan sebagai usaha dann solusi untuk mencari jalan keluar atas apa yang menjadi kecemasan Pasar Dunia. Cara lain yang dilakukan dalah adanya aksi dan Langkah koordinasi yang coba dilakukan oleh Federal Reserve bersama 5 bank sentral utama lainnya sebagai upaya menjamin ketersediaan dana bagi sektor perbankan yang tengah terpuruk akibat masalah hutang telah memberikan angin segar pada pasar, Pernyataan bersama yang dikeluarkan hari Rabu 30 Npember 2011 bulan lalu, , Federal Reserve bersama European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, Bank of Canada dan Swiss National Bank menyatakan telah sepakat untuk untuk menurunkan biaya swap Dollar sebesar 50 basis poin, yang efektif berlaku mulai 5 Desember 2011.

Namun ternyata usaha usaha tersebut belum menjadi solusi penuh dalam menanggulangi permasalahan utama ini. Inti dari masalah ini adalah Krisis Zona Eropa yang masih menjadi fokus pasar ditahun 2011 ini. Menjelang akhirtahun Masalah Uni Eropa bukannya mereda tapi justru semakin parah. Rembetan atas masalah ini ternyata dirasakan dan menjalar kenegara Negara tetangga dan ekonomi Negara Negara lain. Bisa jadi Uni Eropa adalah Beang kerok dari ini Semua.


Jika diruntut masalah Ekonomi Eropa meliputi, Yield Obligasi. Naiknya Yield obligasi menjadi momok yang menakutkan. Menjelang akhir tahun ini, Imbal hasil obligasi negara Eropa kembali melonjak sebagai efek dari peringatan lembaga pemeringkat rating S&P. Rating kredit 15 negara divonis dalam pengamatan negatif. Hanya dua negara yang steril dari observasi S&P, yakni Siprus dan Yunani. Kedua negara sudah berada dalam daftar rekomendasi negatif, sedangkan Yunani bahkan telah menerima predikat rating CC atau berisiko tinggi default.

Dibulan Nopember Yield obligasi Italia bertenor 10 tahun naik 20 basis poin ke 6,05%. Sementara yield obligasi 10-tahun Spanyol naik 4 basis poin ke 5,17% dan Prancis naik 6 basis poin ke 3,19%. Adapun imbal hasil obligasi Jerman terpantau naik 2 basis poin ke 2,23%.. Anggota dewan moneter bank sentral Eropa (ECB) Athanasios Orphanides utarakan merupakan kesalahan besar meminta pemegang obligasi pemerintah Yunani untuk menghapus setengah dari nilai investasinya. Di lain pihak, nara sumber Reuters katakan Jerman mungkin lunakan sikap atas peran pemegang obligasi dalam skema bailout jika Eropa setuju revisi target defisit dan terapkan sanksi atas negara yang gagal pertahankan rasio defisit.Orphanides katakan keputusan menghapus sebagian nilai obligasi Yunani telah memicu lonjakan yield obligasi pemerintah negara lain di seluruh zona-euro. "Ini merupakan kesalahan besar," ujar Orphanides, yang juga menjabat sebagai gubernur bank sentral Siprus. "Dengan memaksa penghapusan sebagian nilai obligasi maka muncul kecemasan terhadap semua obligasi pemerintah zona-euro. Ini merupakan kesalahan tragis, seperti yang terlihat dari lonjakan yield obligasi pemerintah belakangan ini.”

Sementara diakhir bulan desember ini ,Terpantau sejauh ini yield obligasi Italia untuk tenor 10-tahun merosot dibawah 7%, ke level 6.98%. Sementara spread yield antara Italia dan Jerman menyempit sekitar 20 basis poin, dimana yield obligasi Jerman stabil di level 1.95%.Adapun yield obligasi Spanyol turun ke level 5.43%, Belgia melemah ke 4.28%, dan Prancis anjlok ke 3.08%, sedangkan obligasi Portugal masih cukup tinggi di level 12.53%, sama halnya dengan obligasi Irlandia di level 8.55%.Yield Obligasi Yunani masih merupakan yang paling tinggi di level 31.94%, namun sudah menurun 40 basis poin dari level puncaknya.Penurunan yield – yield obligasi ini telah memberika kelegaan pada para investor meskipun masih bersifat sementara.


Desfist Eropa, Menteri ekonomi Jerman, Philipp Roesler, telah ajukan usulan untuk merubah konstitusi Uni Eropa demi atasi krisis utang, termasuk pembatasan defisit 2% GDP, menurut laporan surat kabar terkemuka di Jerman. Harian Die Welt menulis proposal telah telah dikirim ke kantor Kanselir Angela Merkel untuk dipertimbangkan. Konstitusi Uni Eropa hanya terapkan rasio defisit 3% GDP namun sebagian besar anggota zona-euro telah melanggar batas tersebut pada waktu tertentu. Roesler, yang juga pimpinan partai Free Democrat, juga inginkan sanksi lebih keras bagi negara yang melanggar aturan defisit. “Penundaan pembayaran dari dana struktural Eropa dapat menjadi pilihan untuk menghukum negara,” tulis harian Die Welt. "Ini diperlukan untuk jalankan kebijakan anggaran yang solid, lebih cepat dan efektif." Kanselir Merkel telah serukan perubahan konstitusi Uni Eropa demi tingkatkan integrasi ekonomi dan selesaikan krisis utang.


Downgrade  Lembaga Rating Peringkat Utang Eropa, lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P)melaporkan adanya potensi penurunan peringkat dari sebagian besar negara-negara Eropa, yang tergabung dalam zona euro yang terdiri dari 15 negara. Bahkan pihak Standard & Poor's mengumumkan telah menempatkan peringkat negara Jerman dan Prancis serta sejumlah negara Eropa lainnya pada level 'Credit Watch Negative', ini sebuah langkah yang mengarah kepada penurunan peringkat. Peringatan Standard & Poor’s tentang resikodowngrade yang mengancam rating kredit beberapa negara Uni Eropa telah memaksa Euro memperpanjang pelemahan terhadap Dollar AS Lembaga pemeringkat S&P telah memutuskan untuk menempatkan peringkat hutang jangka panjang 15 negara zona Euro dalam pengawasan, yang biasanya mengindikasikan adanya resiko downgrade dalam waktu 3 bulan berikutnya.Rating kredit ‘AAA’ Jerman dan Peranci  pun tidak lepas dari pengawasan S&P, meskipun ke-2 negara tersebut telah mengumumkan wacana penerapan disiplin fiskal

Konflik Interen. Mario Draghi telah memperingatkan akan adanya perpecahan di zona Eropa, dimana hal tersebut menjadi tabu bagi seorang gubernur bank sentral Eropa untuk mengatakan demikian, bahkan saat ia bermaksud untuk menurunkan ekspektasi pasar terhadap peran ECB dalam memerangi krisis hutang pemerintah di Eropa. Keinginan Draghi untuk membahas sebuah scenario terhadap Uni Eropa yang telah terjalin selama 13 tahun, dimana telah dipertahankan oleh gubernur sebelumnya, Jean-Claude Trichet, yang secara sederhana menyimpulkannya sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal”, menekankan adanya resiko yang besar didalam krisis hutang Eropa, yang telah banyak memberikan gangguan terhadap pasar keuangan global.Dalam sebuah wawancaranya sejak menjadi gubernur ECB pada 1 November, Draghi mengatakan bahwa negara-negara yang sedang berjuang mengatasi krisis hutangnya yang telah menghentikan keanggotaannya di Uni Eropa akan menghadap masalah yang lebih besar. Sementara untuk negara-negara anggota yang masih bertahan, peraturan Uni Eropa mungkin telah dilanggar dan “anda tidak akan tahu kapan hal ini akan benar-benar berakhir”, dikatakannya.Negara-negara yang telah meninggalkan keanggotaannya dan melakukan devaluasi mata uang mereka akan menimbulkan inflasi yang tinggi dan gagal untuk lari dari reformasi structural yang mungkin masih akan diterapkan, tetapi masih dalam posisi yang kurang menguntungkan”, dikatakan Draghi kepada Financial Ti

konflik dengan Luar kawasan Eropa . Angela Merkel mengklaim bahwa Jerman dan Prancis sepakat membentuk integrasi fiskal antar anggota euro-zone. "Kita sudah tidak bicara soal kesatuan fiskal, tetapi sudah masuk langkah konkrit," ujar Merkel. Kedua negara sudah berulangkali menyerukan amandemen pakta Uni Eropa dalam berbagai event. Dengan begitu, petinggi kawasan bisa merancang aturan fiskal yang diterapkan sama rata pada semua anggota. Pakta baru nantinya mewajibkan seluruh negara untuk meninjau kembali komponen anggaran nasional serta mengikuti aturan. Di dalamnya juga akan dicantumkan sanksi bagi pemerintah yang melanggar disiplin fiskal. Namun usaha ini  Dihalangi Inggris dengan Mengancam memblok Langkah Mengubah Perjanjian Uni Eropa Perdana Menteri Inggris David Cameron mengancam menghalangi langkah dari Perancis-Jerman untuk mengubah perjanjian Uni Eropa yang bertujuan membantu menyelamatkan euro. Setelah diskusi dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Cameron mengatakan ia tidak yakin bahwa perubahan perjanjian diperlukan untuk memperkuat zona Eropa, yang mana Inggris tidak termasuk di dalamnya.

Pemimpin Inggris mengatakan institusi zona Eropa seperti European Central Bank harus “mendukung mata uang” untuk meyakinkan pasar bahwa pihak Eropa memiliki kekuatan yang cukup, dan  negara anggota Uni Eropa harus membuat perekonomiiannya lebih kompetitif. "Tidak ada satu pun dari 2 hal tersebut yang memerlukan perubahan perjanjian, namun jika hal itu terjadi saya pastikan akan terus melindungi dan menguatkan Inggris." Friksi antara pejabat tinggi Eropa dan Inggris kian meruncing pasca pertemuan tingkat tinggi Eropa pekan silam. Keputusan veto Inggris terhadap rencana amandemen Pakta Eropa menuai kecaman dari pelaku politik kawasan.Gabungan petinggi negara-negara Eropa kini menyerukan supaya hak Inggris terhadap aturan anggaran Uni Eropa dicabut. "Jika solidaritas Inggris tidak muncul, mengapa 26 negara lain tidak menunjukkan hal serupa kepada Inggris?" ujar Joseph Daul, Pemimpin Partai Rakyat Eropa. Pernyataan itu Ia ungkapkan saat debat legislatif di Strasbourg, Prancis, yang membahas soal situasi ekonomi benua biru.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pemimpin Partai Sosialis Eropa, Partai Liberal dan Partai Hijau. Perdana Menteri David Cameron sempat meminta adanya konsesi aturan keuangan sebagai barter atas amandemen Pakta Eropa di Brussel. Pemimpin Partai Liberal, Guy Verhofstadt menyebut keputusan Cameron sebagai sebuah 'blunder' Sedangkan Rebecca Harms dari Partai Hijau memaki sikap Inggris sebagai 'cara iblis'.Di tengah segala perdebatan, baik pihak reformis dan konservatif Eropa, sepakat bahwa Inggris tidak bisa dijadikan kambing hitam. Walaupun Inggris diibaratkan sebagai penumpang yang meraih jaket penyelamat di kala kapal Titanic yang ditumpangi negara Eropa sedang tenggelam. Presiden Uni Eropa dan Presiden Komisaris Eropa sepakat bahwa 27 negara tidak dapat mencapai mufakat sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan. Namun Herman van Rompuy dan Jose Manuel Barroso tidak melihat adanya perbedaan mendasar antara 17 negara pengguna euro dan 10 negara Eropa lain. Veto Inggris adalah sebuah dinamika konstitusi yang tidak menyalahi hukum.

Penolakan Ide QE oleh ECB sendiri. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi, memuji hasil pertemuan Eropa namun kembali pupuskan harapan akan kemungkinan bank sentral untuk lakukan program pembelian obligasi dalam skala besar demi akhiri krisis utang. “Program pembelian obligasi yang dijalankan ECB sekarang bersifat sementara dan terbatas," ujar Draghi.

Ketika ditanya apakah ECB harus ikuti kebijakan pencetakan uang, yang dilakukan Inggris dan AS, dalam bentuk program pembeli obligasi pemerintah dalam skala besar yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE), Draghi katakan: "Saya tidak melihat bukti QE dapat pacu pertumbuhan ekonomi yang cemerlang di kedua negara tersebut. Konstitusi Eropa juga melarang bank sentral untuk membiayai surat utang pemerintah.” Draghi tegaskan diperlukan lebih dari sekedar pelonggaran kebijakan moneter untuk pulihkan kepercayaan pasar terhadap zona-euro, dan serukan pemerintah untuk jalankan hasil pertemuan Eropa. Draghi melihat integrasi fiskal sebagai terobosan. "Saya percaya pemerintah sekarang berada di jalur yang benar," tutur Draghi. “Kebijakan yang telah disepakati dapat membuat keuangan publik lebih kredibel."

Kekurangan modal perbankan Eropa. Bank terbesar ke dua Jerman setelah Deutsche Bank, yaitu Commerzbank, sudah dipaksa untuk menambah rasio modal oleh European Banking Authority (EBA) beberpa waktu lalu. Perseroan butuh suntikan 5,3 miliar euro ($6,9 miliar) yang harus terpenuhi pada medio 2012 nanti. Jika dikalkulasi, angka tersebut setara dengan 80% nilai pasar Commerzbank. Penerbitan instrumen hutang dan ekuitas baru bukan lagi menjadi opsi utama, mengingat investor saat ini sedang antipati dengan sektor perbankan. Tidak heran jika merebak spekulasi bahwa Commerzbank tengah bernegosiasi dengan menteri keuangan untuk meminta bailout.

Seruan kembali dikeluarkan oleh European Banking Authority (EBA) beberapa saat lalu. Regulator hari Kamis (08/12) menyatakan bahwa bank-bank Eropa harus menambah modal sekitar €115 miliar setidaknya sampai Juni depan. Eskalasi krisis keuangan yang makin tinggi menjadi alasan dari sikap otoritas perbankan kawasan.Dari 31 bank dalam daftar EBA, enam di antaranya berasal dari Jerman. Sementara bank yang kekurangan cadangan modal adalah Banco Santander asal Spanyol, dengan target modal yang harus dicapai €15,3 miliar. Reputasi bank Spanyol memang tidak terlalu bagus. Pada stress test bulan Juli silam terhadap 90 institusi, 5 bank Spanyol berada dalam daftar 8 lembaga keuangan yang tidak layak operasi. Pada waktu itu, EBA menyebut bahwa masing-masing bank yang gagal ujian itu memerlukan €2,5 miliar untuk selamat.Selain Yunani, perbankan Spanyol menghadapi kekurangan modal terbesar yaitu sebesar €26,2 miliar. Kemudian diikuti oleh perbankan Italia, yang membutuhkan suntikan €15,4 miliar dan Jerman dengan €13,1 miliar. Adapun Dexia, bank yang pernah menerima bailout €90 miliar dua bulan lalu, membutuhkan tambahan modal €6,3 miliar.Perbankan yang sedang 'sakit' diwajibkan mendaftarkan rencana operasional kepada EBA selambatnya 20 Januari mendatang. Di dalamnya termasuk upaya penggenjotan laba dan pemangkasan bonus pekerja dan direksi. Kinerja perbankan kawasan juga menjadi sorotan lembaga rating. S&P beberapa waktu lalu merilis peringatan downgrade bagi beberapa bank besar di eurozone, termasuk bank yang berada dalam daftar hitam EBA.


 ***



Sementara Ada bukti baru bahwa krisis zona Eropa telah menghantam ekonomi negara berkembang Eropa hari Kamis, setelah dirilis laporan PMI menunjukkan pelambatan tajam di bekas negara komunis yang bergabung ke Uni Eropa dengan harapan dapat meraih momentum ekonomi.Data yang dirilis hari kamis mengkonfirmasi bahwa aktivitas manufaktur menghantam Hungaria hingga ke level terlemah sejak Agustus 2009, sementara Republik Ceko membukukan kontraksi pertama manufakturnya sejak 2 tahun terakhir.Aktivitas industri di Polandia yang sempat bangkit bahkan terseok lagi ke teritori resesi untuk pertama kali dalam 2 tahun terakhir. Di Turkey, yang bahkan sempat melampaui China sebagai negara berkembang terpesat di semester pertama 2011, mengalami penurunan pertumbuhan manufaktur seiring pesanan dari Eropa mempengaruhi permintaan. Hanya saja Pengecualian hanya dari Russie, dimana prospek tingginya harga minyak masih menopang produksi pabrik, sehingga mengirimkan aktivitas manufaktur ke level tertinggi sejak bulan MaretTimur Eropa dan Eropa timur tampaknya terpengaruh oleh krisis zona Eropa, setelah dirilis laporan produksi dan pesanan baru pabrik yang jatuh dalam laju tertingginya sejak kehancuran kredit di tahun 2009.

Inilah permasalan Uni eropa yang memperuncing krisis zona tersebut .banyak lontaran koreksi dan sikap Kristi yang disampaikan kepada pemimpin Eropa .Diantara  Koreksi atas  pemeimpin Eropa dating  dari  Menteri Keuangan Afrika Selatan, Pravin Gordhan, menilai kawasan Afrika tertimpa akibat kelalaian negara Eropa. "Masalah Eropa telah merusak ekonomi negara berkembang," kecamnya. Afrika Selatan adalah negara ekonomi terbesar di benua itu dan paling terdampak oleh krisis negara barat. Gordhan kini bersekutu dengan Menteri keuangan Nigeria, Ngozi-Okonjo Iweala, yang juga lama mengkritisi kinerja pejabat tinggi Eropa.

"Pemimpin Eropa tidak punya kemampuan untuk menjaga halamannya dan membiarkan krisis meluas ke kawasan lain," kecam Gordhan pada sebuah wawancara dengan BBC. Sang menkeu memang layak untuk geram, mengingat krisis sudah membuat investor lari dari negaranya. Arus likuiditas asing ke Afrika terus menurun karena pemodal takut dengan prospek investasinya. Krisis Eropa menggiring pemilik modal untuk mengalihkan uang ke instrumen seperti emas atau tunai. Penarikan uang secara cepat memicu volatilitas pada nilai tukar valuta domestik, seperti yang dialami Nigeria. Apalagi banyak negara Afrika sedang menggalakkan pembangunan, dengan memakai dana investasi asing. Dalam pernyataannya, bank sentral Kenya juga melihat risiko nilai tukar dari kisruh hutang Eropa.

(sumber : http://www.seputarforex.com)

Namun semoga hal-hal yang terjadi selama 2011 dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi tahun selanjutnya. Dan semoga di tahun 2012 nanti kekisruhan yang terjadi di 2011 dapat segera terselesaikan. Aamiin.

Untuk itu saya selaku Admin Forex Merah Putih ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU dan semoga di tahun yang baru ini kehidupan kita dapat menjadi lebih baik!!!

No Loss Sistem (Breakout+ Cut-switch) * syarat ketentuan berlaku!!! (Riset)

Halo semua 



Kali ini saya sedang mencoba meriset sebuah sistem yang insyallah "No Loss" namun tentu syarat dan ketentuan berlaku disini!!


Eits buat yang mo bilang kalo ngak ada sistem yang sempurna dan ngak ada namanya holygrail maaf bukannya bermaksud tidak sopan namun silakan untuk meninggalkan thread ini dengan damai!!!


Sistem yang akan saya jelaskan ini sebenarnya telah banyak dibahas oleh para master-master disini!!!


Martingale!!!
Ya martingale!!!! Mungkin banyak yang pro dan kontra akan teknik ini... Malah tidak sedikit yang antipati dan mencemooh teknik martingel (Saya sendiri awalnya juga begitu hahahaha) Baik yang bilang butuh modal besar agar bisa survive atau profitnya kecil karena harus memulai OP dengan LOT kecil guna menjaga MM yang baik.


Untuk awalnya saya kasih penjelasan sederhana dulu tentang apa itu martingale (ini ane ambil dari forum sebelah)


Konsep Martingale


Pada prinsipnya, konsep ide martingale adalah bagaimana kita "menebus" kesalahan dengan membuka posisi baru, entah searah (averaging) atau berlawanan (cut-switch) yang kuantitinya berlipat ganda, dengan harapan posisi yang baru ini profit dan profitnya cukup untuk menutupi "kesalahan" kita yang sebelumnya tetapi apabila posisi baru ini ternyata salah pun, maka kita perlu membuka posisi baru yang kuantitinya juga berlipat ganda dari yang sebelumnya. Dan seterusnya.


Memang, semakin kita membuka posisi baru untuk menebus yang lama, maka resiko kita akan SEMAKIN BESAR karena jumlah lotnya berlipat ganda.


Taruhlah kita memasang 1 lot dan kemudian posisi ini loss 50 pips, maka untuk menebusnya (sesuai konsep martingale) maka kita membuka 2 lot, dan untuk menebus yang sebelumnya dua lot ini harus profit setidaknya 30 pips sehingga= (30 pips x 2 lot) - (50 pips x 1lot) = 60 - 50 = 10 pips .


1 lot adalah level satu, 2 lot adalah level 2, 4 lot adalah level 3 dan seterusnya.


Pertanyaannya sekarang, berapakah jumlah margin yang harus kita sediakan? Dan berapa kali kita sanggup bolak-balik?


Marilah kita buat simulasinya, Andai kata kita salah melakukan posisi level satu dan loss 50 pips, level 2 loss lagi 50 pips, dan level 3 loss lagi 50 pips, level 4 loss lag 50 pipsi!!! Dan di level 5 lah kita baru untung 50 pips, maka perhitungannya:


level 1 -> 1 lot x -50 pips = -50
level 2 -> 2 lot x - 50 pips = -100
level 3 -> 4 lot x -50 pips = -200
level 4 -> 8 lot x - 50 pips = -400
level 5 -> 16 lot x 50 pip = 800
-------------------------------------
Maka = 50 pips profit


Berapakah margin yang harus kita siapkan, hitung saja: 50 + 100+ 200 + 400 + 800 = 1550, kali dua = 3100 pips. Dengan kata lain untuk posisi level satu kita harus menyiapkan kuantiti yang sanggup menahan floating 3100 pips .


Untuk sistem "No Loss Sistem" ini saya akan memakai martingale switching, maksudnya apabila kita masuk posisi kemudian gagal maka pada jarak tertentu, yaitu di titik switching-nya (switching point) kita kita tutup posisi itu dan buka lagi posisi baru dengan arah berlawanan dan lot berlipat dari posisi lama (cut-switch), seperti halnya saya berikan contoh di awal, lot satu gagal lalu buka 2 lot di jarak 50 pips. Oh ya perlu diketahui pada awalnya saya ingin memakai hedging Lot Martingale namun namun ternyata teknik hedging jauh lebih banyak memakan margin dibandingkan cut switch.




Untuk yang belum mengerti tehnik cut-switching, bisa dilihat ilustrasi di bawah ini:





Pertanyaannya sekarang.. di manakah 'switching pointnya'
Apakah memang harus 50 pips? Atau kenapa mesti 20 pips? kenapa mesti 40 pips? kenapa mesti 30 pips dan sebagainya?


Nah disinilah kelemahan utama para martingalis, mereka sangat terpaku pada jarak pips, padahal ini bisa sangat membunuh. Buat yang meng-cut switch pada jarak 20 pips, hey.. kamu bisa terbunuh pada kondisi harga di market Oceania - Frankfurt! Di sana pasar jinak, trend datar, dan ranging atau apapun lah namanya.. dan saat pasar begini, harga bisa bolak-balik, tang-tung-tang-tung lebih dari 5 kali dalam range 20 pips-an. Jelas, jarak segini terlalu riskan untuk main martingale.


Adapun 50 pips di contoh saya hanyalah sekedar ilustrasi, saya bisa saja kurang atau lebih dari itu. Memang sih, kita punya 4-5 kali kesempatan, sehingga apabila 4 kali 'berdosa' loss, kita masih bisa untung asalkan di kesempatan kelima kita profit.


Tetapi buat apa harus menunggu sampai kesempatan kelima? Alangkah sayang kalau kita harus buang-buang peluru dengan jarak cut-switch yang terlalu pendek, sehingga harga sebenarnya belum tentu balik arah di titik itu tetapi kita terlanjur meng-cutswitchnya. Saat kita cut-switch di suatu titik, ternyata harga malah berbalik lagi ke arah posisi yang sudah mati karena terlanjur kita cut .


LALU KALAU BEGITU, BAGAIMANAKAH KITA MENENTUKAN SWITCHING POINTNYA? 
Kalo di forum sebelah ada beberapa pattern yang dipakai namun Disinilah saya sedikit berbeda. Saya akan memakai sistem Breakout london dalam menentukan 'switching pointnya'.


Yang belum tau apa itu breakout london dapat membacanya ditread ini http://indo.mt5.com/showthread.php?3...uk-Orang-SIbuk atau diketerangan dibawah ini.


Ini gan keterangannya  Sama ngak..





Pair : GU, EU (recomended GU)
TF : M15
Waktu OP : 13 WIB


DOWNLOAD Setting 6-9

DOWNLOAD Setting 5-8 


Rule


Pasang 2 buystop dan 2 sellstop dengan 1 pending order di TP half dan pending ordernya di TP full.


Bila TP half hit, maka order Buy/Sell TP full di lock SLnya menjadi price +1 (secara manual ataupun dengan menggunakan EA lock profit) , perbandingan lot untuk TP half dan TP full = 3:1. Bila memakai 4 lot maka 3 lot half dan 1 lot full.


Atau cukup memakai lot 10% dari Equity dengan pemakaian TP berdasarkan news. Bila News High Impact pakai TP Full dan News Low Impact TP Half.


Dan kalo market udah tutup dan OP masih belum Hit SL dan TP makan OP di Cut Manual.


Sumber : Forex Merah Putih


Namun untuk "No Loss Sistem" ada sedikit perbedaan kecil dari sistem breakout yang biasanya. Disini biasanya kalau 1 PO dah kena harga running PO lainnya di tutup... Disistem ini tidak seperti itu melainkan ketika 1 PO sudah terkena OP, maka PO yang lainnya dipindah ke harga SL PO yang sudah masuk market. Dengan jumlah lot 2 kali lipat dari PO yang pertama!!!


Biar mudah dicerna saya berikan contoh gambar!!!



By suaramalaikatku at 2011-12-20


By suaramalaikatku at 2011-12-20


By suaramalaikatku at 2011-12-20


By suaramalaikatku at 2011-12-20


By suaramalaikatku at 2011-12-20


By suaramalaikatku at 2011-12-20





Bagaimana?? apa sudah bisa mendapat gambaran dari konsep "No Loss Sistem" ini???


Sekarang saya masih coba membuat formula untuk multiple lotnya!!!


Pilihan 1 (Agresif Lot) :


level 1 : 1 lot
level 2 : 1 lot x 2 = 2 Lot
level 3 : (1 lot + 2 Lot) x 2 = 6 lot
level 4 : (1 lot + 2 lot + 6 lot) x 2 = 18 Lot
level 5 : (1 lot + 2 lot + 6 lot + 18 lot) x 2 = 54 Lot


atau Pilihan 2 (Safe lot):


level 1 : 1 lot
level 2 : 1 lot x 2 = 2 Lot
level 3 : 2 lot x 2 = 4 lot
level 4 : 4 lot x 2 = 8 Lot
level 5 : 8 lot x 2 = 16 Lot


Berikutnya saya akan coba berikan contoh pemakaian teknik ini!!! Tapi mohon bersabar ya... Rencananya saya akan mulai bulan Januari tahun depan!!! Kenapa???


Karena pada akhir tahun seperti sekarang umumnya market cenderung tidak bisa ditebak dan sering sideways!! Dan perlu diingat musuh utama sistem ini adalah market yang sideways!!!


Thanks For Jum69 (Indo MT5), forexivan (Forexindo)
 

Komunitas Forex Merah Putih

Ini adalah sarana edukasi forex bagi masyarakat. Misi kita adalah menyampaikan dan memberi edukasi yang lebih baik kepada masyarakat apa itu forex. Visi yang ingin kita tuju adalah forex dapat menjadi salah satu sumber penghasilan yang dapat dipilih oleh masyarakat indonesia..

Advertise

pix pix pix pix pix pix